PROGRAM PENANGGULANGAN ANEMIA GIZI
Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal, yang berbeda untuk setiap kelompok umur dan jenis kelaminUntuk menentukan kadar Hb dipakai metode Cyanmethemoglobin sesuai dengan anjuran WHO tahun 1968 dan temu nasional anemia tahun 1983. Sebagain besar penyebab Anemia adalah kekurangan Zat Fe yang diperlukan sebagai pembentuk Hemoglobin.
Batas Normal Kadar Hemoglobin
►Anak
Balita :
11 gram %
►Anak
Usia
Sekolah :
12 gram %
►Wanita Dewasa :
12 gram %
►Laki-laki Dewasa :
13 gram %
►Ibu
Hamil : 11 Gram %
►Ibu
Menyusui > 3 bulan :
12 gram %
Analisis penyebab Anemia
► Masyarakat rendah konsumsi sumber protein hewani, tinggi protein nabati
► Perilaku hidup sehat masih belum nampak, terbukti masih tingginya angka penyakit
infeksi, berakibat meningkatnya kebutuhan zat besi
infeksi, berakibat meningkatnya kebutuhan zat besi
► Rendahnya pendapatan, dan tingginya kebutuhan sosial di masyarakat
► Adanya sikap “mengalah” ibu terutama urusan kebutuhan makan
► Adanya perilaku diet yang salah, terutama pada remaja putri
Akibat Anemia Defisiensi Fe
►Mengganggu dan menghambat pertumbuhan baik sel tubuh maupun sel otak
►Pada ibu hamil; dapat mengalami keguguran, Lahir sebelum waktunya, BBLR,
perdarahan sebelum dan waktu melahirkan serta pada anemia berat dapat
menimbulkan kematian pada ibu dan bayi
►Pada atlet; menurunkan kebugaran dan prestasi
►Pada balita dan anak sekolah; menurunkan prestasi belajar
►Pada pekerja; menurunkan produktivitas kerja
►Mudah terkena penyakit infeksi
Kerangka pikir program penanggulangan anemia gizi
Strategi operasional program penanggulangan Anemia gizi
► Kegiatan KIE seperti Penyuluhan kel, konseling, promosi, kampanye, diskusi peer
group, bimbingan pranikah & proses belajar mengajar ttg anemia & TTD
► Selain promosi TTD juga promosi makanan sumber zat besi hewani serta sayuran &
buah kaya Vit C untuk meningkatkan daya serap Fe
► Media yang bisa dimanfaatkan; media cetak, media luar ruangan dan media elektronik
B. Intervensi berbasis bukan pangan dengan suplementasi Tablet Tambah Darah
► Tablet Tambah Darah (TTD) adalah suplemen zat gizi yang mengandung 60 mg besi
elemental dan 0,25 mg asam folat (sesuai rekomendasi WHO).
► TTD bila diminum secara teratur dan sesuai aturan dapat mencegah dan menanggulangi
anemia gizi
C. Intervensi berbasis pangan
Namun
juga
perlu
diperhatikan zat inhibitor atau
zat
penghambat, terdapat pada
tumbuh-tumbuhan yang mengandung zat aktif pitat dan polipenol; contoh selaput luar beras, protein kedele, the, kopi, kacang-kacangan.
► Adanya sikap “mengalah” ibu terutama urusan kebutuhan makan
► Adanya perilaku diet yang salah, terutama pada remaja putri
Akibat Anemia Defisiensi Fe
►Mengganggu dan menghambat pertumbuhan baik sel tubuh maupun sel otak
►Pada ibu hamil; dapat mengalami keguguran, Lahir sebelum waktunya, BBLR,
perdarahan sebelum dan waktu melahirkan serta pada anemia berat dapat
menimbulkan kematian pada ibu dan bayi
►Pada atlet; menurunkan kebugaran dan prestasi
►Pada balita dan anak sekolah; menurunkan prestasi belajar
►Pada pekerja; menurunkan produktivitas kerja
►Mudah terkena penyakit infeksi
Kerangka pikir program penanggulangan anemia gizi
Strategi operasional program penanggulangan Anemia gizi
A. Komunikasi,
Informasi
dan Edukasi
group, bimbingan pranikah & proses belajar mengajar ttg anemia & TTD
► Selain promosi TTD juga promosi makanan sumber zat besi hewani serta sayuran &
buah kaya Vit C untuk meningkatkan daya serap Fe
► Media yang bisa dimanfaatkan; media cetak, media luar ruangan dan media elektronik
B. Intervensi berbasis bukan pangan dengan suplementasi Tablet Tambah Darah
► Tablet Tambah Darah (TTD) adalah suplemen zat gizi yang mengandung 60 mg besi
elemental dan 0,25 mg asam folat (sesuai rekomendasi WHO).
► TTD bila diminum secara teratur dan sesuai aturan dapat mencegah dan menanggulangi
anemia gizi
C. Intervensi berbasis pangan
Peningkatan konsumsi makanan sumber zat besi Zat
besi
dalam
makanan berbentuk
Heme (yang mudah
diserap) terdapat pada: daging, ayam dan ikan serta berbentuk
non heme (untuk penyerapan membutuhkan zat lain/tergantung zat pemacu) terdapat
pada sayur-sayuran, buah, susu, telur, beras dan sereal lain
Penyerapan besi terutama yang non heme
tergantung pada zat enchancers/memacu,
zat aktif tersebut adalah Vitamin C dan
asam
sitrat yang terdapat dalam buah-buahan
dan asam malat dan asam tartarat pada sayur-sayuran
tumbuh-tumbuhan yang mengandung zat aktif pitat dan polipenol; contoh selaput luar beras, protein kedele, the, kopi, kacang-kacangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar