Jumat, 29 Agustus 2014

Anemia Gizi

PROGRAM PENANGGULANGAN ANEMIA GIZI

Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin  (Hb) dalam darah kurang dari normal, yang  berbeda untuk setiap kelompok umur  dan jenis kelamin 

Untuk menentukan kadar Hb dipakai metode Cyanmethemoglobin sesuai dengan anjuran WHO tahun 1968 dan temu nasional anemia tahun 1983. Sebagain besar penyebab Anemia adalah kekurangan Zat Fe yang diperlukan sebagai pembentuk Hemoglobin.

Batas Normal Kadar Hemoglobin


►Anak Balita                        : 11 gram %

►Anak Usia Sekolah              : 12 gram %

►Wanita Dewasa                  : 12 gram %

►Laki-laki Dewasa                : 13 gram %

►Ibu Hamil                          : 11 Gram %

►Ibu Menyusui > 3 bulan      : 12 gram %

Analisis penyebab Anemia  

► Masyarakat rendah konsumsi sumber protein hewani, tinggi protein nabati

► Perilaku hidup sehat masih belum nampak, terbukti masih tingginya angka penyakit
   infeksi, berakibat meningkatnya kebutuhan zat besi

► Rendahnya pendapatan, dan tingginya kebutuhan sosial di masyarakat  

► Adanya sikap “mengalah” ibu terutama urusan kebutuhan makan

► Adanya perilaku diet yang salah, terutama pada remaja putri

 

 Akibat Anemia Defisiensi Fe

►Mengganggu dan menghambat pertumbuhan baik sel tubuh maupun sel otak
►Pada ibu hamil; dapat mengalami keguguran, Lahir sebelum waktunya, BBLR,  
   perdarahan sebelum dan waktu melahirkan serta pada anemia berat dapat   
   menimbulkan kematian pada ibu dan bayi
►Pada atlet; menurunkan kebugaran dan prestasi
►Pada balita dan anak sekolah; menurunkan prestasi belajar
►Pada pekerja; menurunkan produktivitas kerja
►Mudah terkena penyakit infeksi



 Kerangka pikir program penanggulangan anemia gizi



 Strategi operasional program penanggulangan Anemia gizi
 
A. Komunikasi, Informasi dan Edukasi

► Kegiatan KIE seperti Penyuluhan kel, konseling, promosi, kampanye, diskusi peer 
    group, bimbingan pranikah & proses belajar mengajar ttg anemia & TTD
► Selain promosi TTD juga promosi makanan sumber zat besi hewani serta sayuran & 
    buah kaya Vit C untuk meningkatkan daya serap Fe
► Media yang bisa dimanfaatkan; media cetak, media luar ruangan dan media elektronik

B. Intervensi berbasis bukan pangan dengan suplementasi Tablet Tambah Darah
 

► Tablet Tambah Darah (TTD) adalah suplemen zat gizi yang mengandung 60 mg besi 
    elemental dan 0,25 mg asam folat (sesuai rekomendasi WHO).
► TTD bila diminum secara teratur dan sesuai aturan dapat mencegah dan menanggulangi 
    anemia gizi


C. Intervensi berbasis pangan
Peningkatan konsumsi makanan sumber zat besi Zat besi dalam makanan berbentuk
Heme (yang mudah diserap) terdapat pada: daging, ayam dan ikan serta berbentuk 
non heme (untuk penyerapan membutuhkan zat lain/tergantung zat pemacu) terdapat
pada sayur-sayuran, buah, susu, telur, beras dan sereal lain 

Penyerapan besi terutama yang non heme tergantung pada zat enchancers/memacu,
zat aktif tersebut adalah Vitamin C dan asam sitrat yang terdapat dalam buah-buahan
dan asam malat dan asam tartarat pada sayur-sayuran

         Namun juga perlu diperhatikan zat inhibitor atau zat penghambat, terdapat pada
       tumbuh-tumbuhan yang mengandung zat aktif pitat dan polipenol; contoh selaput luar beras, protein kedele, the, kopi, kacang-kacangan.